Lumei & CNBC Beauty Journey: Diskusi tentang Pertumbuhan Industri Kecantikan dan Packaging Kosmetik
- Lumei Team

- 25 Agu 2025
- 3 menit membaca

Lumei berbagi insight di CNBC Beauty Journey tentang pertumbuhan industri kecantikan di Indonesia, peran packaging, serta pilihan kemasan lokal vs impor.
Perjalanan Lumei dan Pertumbuhan Industri Kecantikan di Indonesia
Lumei memulai perjalanan dengan botol parfum, kemudian berkembang ke botol plastik untuk skincare, kemasan body care, hingga kemasan dekoratif untuk produk make up. Evolusi ini mencerminkan bagaimana kebutuhan industri terus berubah seiring dengan tren kecantikan dan preferensi konsumen di Indonesia.
“Banyak sekali anak muda yang mulai masuk ke bisnis ini sehingga bermunculan brand lokal yang punya ide sangat kreatif,” ungkap Maria Yap.
Dengan kapasitas produksi dari beberapa pabrik lokal — PT Kiroly Lagonder Sejahtera, PT Elka Abadi Industri, dan PT Leipack Abadi Industri — Lumei berkomitmen mendukung pertumbuhan brand lokal melalui solusi kemasan yang inovatif dan berkualitas.
Insight tambahan:
📈 Pertumbuhan Industri Kecantikan di Indonesia: Peluang dan Tantangan
Industri kecantikan Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, nilai pasar sektor kecantikan dan perawatan pribadi diperkirakan mencapai USD 9,24 miliar, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sebesar 4,60% (CAGR 2024–2029) (Invest in Asia, 2025; Kontan, 2025).
Sektor perawatan kulit (skincare) menjadi kontributor utama, diperkirakan mencapai USD 2 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan tumbuh sebesar 9,4% CAGR hingga tahun 2028 (Invest in Asia, 2025).
💡 Insight Industri: Konsumen Muda dan Digitalisasi
Generasi Z yang melek teknologi menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ini. Mereka cenderung memilih produk yang sesuai dengan gaya hidup mereka dan memanfaatkan platform digital untuk berbelanja. Tren ini mendorong merek untuk berinovasi dalam pemasaran dan distribusi produk secara online (Suara.com,2025; Compas, 2024; Fajar, 2025).
Seberapa Besar Peran Packaging dalam Produk Kosmetik?
Pernah bertanya-tanya berapa persen sebenarnya biaya kemasan dibandingkan total harga produk?
Ibu Maria menjelaskan bahwa secara proporsional, persentase kemasan berbeda-beda untuk setiap brand. Besarnya biasanya tidak dominan, tetapi justru kemasan sering menjadi faktor pertama yang menarik perhatian konsumen.
💰 Benchmark Biaya Packaging Kosmetik
Berdasarkan standar industri, biaya kemasan biasanya merupakan persentase dari harga eceran produk, yang bervariasi menurut segmen pasar (Beauty Plus, 2025):
Segmen Low-Cost: Biaya kemasan biasanya kurang dari 5% dari harga produk, cocok untuk produk volume tinggi dengan margin rendah.
Segmen Menengah (Mid-Range): Kemasan kualitas menengah dapat menelan biaya 10%-15% dari harga eceran, menyeimbangkan antara keterjangkauan dan daya tarik.
Segmen Premium: Kemasan kelas atas dapat mencapai 20%-30% dari harga produk, menekankan kesan mewah dan eksklusif.
Insight tambahan: Kemasan tidak hanya berfungsi melindungi isi produk, tetapi juga menjadi brand ambassador visual. Desain kemasan yang tepat dapat:
Membantu diferensiasi di rak yang penuh kompetisi.
Memberikan kesan premium atau ramah lingkungan sesuai positioning brand.
Menambah user experience, misalnya dengan fungsi pump, flip cap, atau ukuran travel-friendly.
Packaging Lokal atau Impor: Mana yang Tepat untuk Brand Anda?
Dalam wawancara di CNBC, Lumei juga menyinggung tentang dilema antara menggunakan kemasan produksi lokal atau impor.
Produksi lokal: lebih cepat, lebih fleksibel untuk pesanan skala kecil hingga menengah, serta mendukung ekosistem industri dalam negeri.
Impor: tetap dibutuhkan, terutama ketika brand mencari desain atau material yang belum tersedia secara lokal.
👉 Kapasitas Lokal Lumei
Lumei memiliki pabrik kosmetik lokal yang kuat melalui:
PT Kiroly Lagonder Sejahtera
PT Elka Abadi Industri
PT Leipack Abadi Industri
Dengan fasilitas ini, kami mampu memproduksi PET, PP, dan Tube secara massal maupun custom, lengkap dengan layanan printing in-house. Hal ini membuat brand lokal dapat mengakses kemasan plastik berkualitas tinggi tanpa harus menunggu impor.
👉 Plastik vs Kaca
Kemasan berbasis plastik (PET, PP, tube kosmetik) umumnya tersedia secara lokal dan dapat diproduksi dengan fleksibilitas tinggi.
Kemasan kaca seperti botol serum skincare, botol parfum kaca, kemasan airless, dan lainnya masih sering harus diimpor karena keterbatasan produksi dalam negeri.
💡 Pelajari lebih lanjut tentang kapasitas produksi kami di sini: Lumei Packaging – Cosmetic Packaging Factory
Insight tambahan untuk brand:
Brand yang baru merintis biasanya lebih diuntungkan dengan kemasan lokal plastik karena lead time lebih singkat dan biaya produk dan logistik lebih efisien.
Pertumbuhan industri kosmetik Indonesia membuka ruang luas bagi brand lokal untuk berinovasi. Kemasan kini bukan sekadar wadah, tetapi alat branding strategis yang menentukan daya tarik dan persepsi kualitas produk.
✦ Tonton wawancara lengkapnya bersama CNBC di sini:

Sumber:
Invest in Asia. Beauty Industry in Indonesia. 2025. https://investinasia.id/blog/beauty-industry-in-indonesia/
Kontan. Industri Kecantikan Indonesia 2025. 2025. https://industri.kontan.co.id/news
Suara.com. Tumbuh Pesat, Industri Kecantikan Indonesia Disebut Paling Potensial di Dunia. 2025. https://www.suara.com/lifestyle/2025/02/11/145932
Compas.co.id. Tren Penjualan Paket Kecantikan Periode Q1 2024. 2024. https://compas.co.id/article/tren-penjualan-paket-kecantikan-periode-q1-2024/
Fajar.co.id. Industri Kecantikan Indonesia. 2025. https://fajar.co.id/industri-kecantikan-indonesia
Beauty Plus Packaging. How Much Does Cosmetic Packaging Cost? Diakses dari: https://beautypluspacking.com/how-much-does-cosmetic-packaging-cost/
CNBC Indonesia. Lumei Beauty Journey – Industri Kosmetik dan Packaging. YouTube Video, 2025. https://www.youtube.com/watch?v=9qsfigrgJ1I














Komentar